Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tetap waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan, meski trennya setiap tahun terus menurun.
“Kita belajar dari kesalahan masa lalu dan berbenah diri sehingga trennya terus menurun, tetapi itu tidak membuat kita berpuas diri, angkuh, dan lengha,” kata Menteri Antoni dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan, Indonesia pernah menghadapi bencana terkait kebakaran hutan dan lahan di masa lalu.
Namun, menurut menteri, semua pihak yang terlibat dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan telah belajar dengan baik, sehingga kejadian kebakaran terus menurun.
“Kita adalah bangsa pembelajar dan pekerja keras; dalam sejarah kita, kita telah menghadapi bencana yang benar-benar mengkhawatirkan, tetapi data menunjukkan bahwa kerja keras semua orang telah membuahkan hasil, sebagaimana tercermin dalam statistik,” katanya.
Ia menambahkan, kejadian kebakaran hutan dan lahan menurun signifikan dari 1,1 juta pada 2023 menjadi 370 ribu pada 2024.
Selain itu, ia menekankan tiga faktor yang menyebabkan tren tersebut, yakni kolaborasi, pencegahan dan penegakan hukum, serta peran serta masyarakat.
Menteri Antoni mengikuti Latihan Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan 2025.
Dalam agenda tersebut, menteri melakukan inspeksi pasukan dan mengecek kendaraan serta perlengkapan yang digunakan sejumlah pemangku kepentingan dalam rangka pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
“Latihan hari ini menjadi pengingat bahwa meski tren kebakaran hutan menurun, kita harus tetap waspada,” ujarnya.
